Bisnis Keluarga | My Healthy Yoghurt
Entrepreneurs
Memulai usaha kecil bersama keluarga
misalkan dengan suami, anak, atau sanak saudara bisa menjadi tantangan
yang unik. Di sisi lain, ini juga sangat membantu untuk urusan
kepercayaan dan cara yang bagus untuk mengajak semua anggota keluarga
untuk bersama-sama demi keamanan generasi selanjutnya.
Keuntungan utama dari menjalankan bisnis
dengan keluarga adalah adanya kepercayaan yang tidak didapatkan dari
bisnis yang tidak berorientasi pada keluarga. Karena adanya kepercayaan
dan hubungan keluarga inilah, anggota keluarga bisa bekerja lebih giat
dan tidak membutuhkan kontrak legal dan permasalahan lain yang berkaitan
dengan karyawan.
Banyak contoh bisnis keluarga dari
orang-orang sukses yang ada di indonesia,seperti contohnya keluarga
Tahir, orang terkaya di Indonesia ke 13 versi Forbes.
Keluarga Tahir memiliki gurita bisnis di
beberapa sektor yang tergabung dalam Grup Mayapada. Tahir yang memiliki
kekayaan US$1,3 miliar atau sekitar Rp11,7 triliun dengan kurs Rp9.000
per dolar AS, telah memiliki Bank Mayapada, Rumah Sakit Mayapada,
Mayapada Tower, dan Sona Topas Tower.
Terlepas dari banyaknya argumen, keluarga
memiliki kecenderungan untuk tetap bersatu dalam masa-masa sulit. Hal
ini disebabkan karena setiap anggota memiliki pemahaman yang lebih
terhadap anggota keluarga yang lain, dan memiliki argumen, kerja sama,
dan pengalaman negatif bersama-sama.
Agar bisnis keluarga dapat berjalan dengan lancar dan sukses, maka harap diperhatikan tips-tips berikut ini :
1. Tetap Berusaha Obyektif Dalam Penilaian
Biarpun ada sisi positif dari hubungan
keluarga berupa kepercayaan, namun ada kalanya sulit secara obyektif
memperlakukan rekan bisnis atau karyawan kita bila ada hubungan
keluarga. Tetaplah berusaha seobyektif mungkin dalam melakukan
penilaian.
2. Pisahkan Uang Keluarga dan Uang Perusahaan
Jangan pernah campur adukkan uang keluarga dan uang perusahaan. Buat pembukuan terpisah dan buat rekening yang terpisah.
3. Pikirkan Bagaimana ”Mewariskan” Bisnis Secara Adil
Jika saat ini bisnis anda sudah berjalan
dan anda yakin bahwa bisnis anda akan berkembang maka suatu saat bisnis
tersebut dapat anda wariskan pada keturunan anda. Nah, mulai sekarang
buat perencanaan bagaimana anda bisa mewariskan bisnis tersebut secara
adil.
4.Jalin Komunikasi Yang Baik Di Keluarga
Pastikan bahwa komunikasi tidak menjadi halangan. Adakanlah pertemuan rutin untuk membahas perkembangan dan perbedaan pendapat.
5. Jangan Pilih Kasih
Bila saat ini anda memimpin bisnis
keluarga, maka anda harus berusaha adil dalam memperlakukan anggota
keluarga anda yang membantu bisnis anda. Adil bukan berarti harus sama
rata pembagiannnya, namun pembagian dari hasil bisnis dan delegasi
lingkup pekerjaan harus disesuaikan dengan minat dan bakat dari
masing-masing anggota keluarga seperti layaknya perusahaan yang diisi
oleh para profesional tanpa hubungan keluarga.
sumber : http://www.iskandarst.com/bisnis-keluarga/

Komentar
Posting Komentar